top of page
  • Writer's picturethinkarchipelago

Perbedaan Kulit Asli dan Sintetis di Sepatu Safety

Updated: Sep 2, 2021


Kulit asli dan sintetis merupakan pilihan bahan pelapis luar sepatu pengaman yang memiliki kelemahan dan keunggulannya masing-masing. Yuk, mari kita kenali perbedaannya.


Kulit asli (leather)


Berasal dari kulit hewan seperti sapi, kambing, kerbau, domba, ular, buaya, kuda, atau hewan lainnya. Umumnya kulit yang biasa dipakai dan paling banyak digunakan untuk safety shoes berasal dari sapi dan kerbau.


Kulit terbaik dapat dilihat dari teksturnya yang sangat halus namun kuat, seperti pada full grain, di mana jenis ini mengambil bagian terbaik dan terhalus dari kulit sapi, domba atau kuda.


Kulit dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Top Grain : kulit halus pada sisi luar kulit

  2. Split : kulit yang sedikit kasar pada dalam kulit

Karakteristik leather antara lain : berbau hewan, kurang tahan air namun lebih tahan api, pilihan warna terbatas, dan tekstur fleksibel.


Kulit sintetis (synthetic leather)


Merupakan salah satu material yang sering digunakan dalam pembuatan sepatu, tas, dompet dan lainnya, karena penampakannya yang sangat menyerupai kulit asli maka sulit bagi orang awam untuk membedakan nya.


Jenis ini tidak menggunakan kulit hewan sama sekali, melainkan terbuat dari zat sintetis. Terdapat beberapa material kulit sintetis antara lain polyvinyl chloride (PVC), poliuretan (PU), Microfiber, dan lainnya.


Karakteristiknya tidak berbau, warna bervariasi, tahan air namun tidak tahan api..

Harga sepatu pengaman berbahan kulit sintetis relatif lebih murah dibandingkan kulit asli. Namun, hal ini tidak mengesampingkan fakta bahwa beberapa kulit sintetis diproses lewat teknologi tinggi yang digunakan pada produk high-end, bahkan bisa lebih mahal dari kulit asli.

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page